Dalam masa perkembangannya, anak mempunyai beberapa karakteristik
tersendiri. Salahsatunya adalah anak hiperaktif. Mengenal karakter anak lebih
awal dapat meminimalisir kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Hiperaktif ditinjau secara
psikologis, hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal yang
disebabkan disfungsi neurologia dengan gejala utama tidak mampu memusatkan
perhatian. Begitu pula anak hiperaktif adalah anak yang mengalami gangguan
pemusatan perhatian.
Gangguan ini disebabkan kerusakan kecil
pada system saraf pusat dan otak sehingga rentang konsentrasi penderita menjadi
sangat pendek dan sulit dikendalikan. Penyebab lainnya dikarenakan temperamen
bawaan, pengaruh lingkungan, malfungsi otak, serta epilepsi. Atau bisa juga
karena gangguan di kepala seperti geger otak, trauma kepala karena persalinan
sulit atau pernah terbentur, infeksi, keracunan, gizi buruk, dan alergi
makanan.
Anak hiperaktiv adalah anak yang
mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktivitas (GPPH) atau
attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD). Kondisi ini juga
disebut sebagai gangguan hiperkinetik. Dahulu kondisi ini sering disebut
minimal brain dysfunction syndrome. Terhadap kondisi siswa yang demikian,
biasanya para guru sangat susah mengatur dan mendidiknya. Di samping karena
keadaan dirinya yang sangat sulit untuk tenang, juga karena anak hiperaktif
sering mengganggu orang lain, suka memotong pembicaran guru atau teman, dan
mengalami kesulitan dalam memahami sesuatu yang diajarkan guru kepadanya
Berikut adalah 6 Gejala Anak Hiperaktif
1. TIDAK FOKUS
Anak hiperaktif cenderung tidak bisa bertahan lama
dengan yang dilakukannya. Misalnya, bila ia sedang main bola dan ada temannya
yang membawa layang-layang, maka ia akan beralih untuk ikut bermin
layang-layang. Anak hiperaktif tidak bisa bertahan diam lebih dari 5 menit.
Anak ini juga suka berteriak-teriak tidak jelas, dan berbicara semaunya. Juga
memiliki sikap yang tidak mudah dipahami.
2. SIFAT MENENTANG
Anak hiperaktif lebih sulit dinasehati dari pada anak non-hiperaktif. Bila
sedang asyik bermain naik turun tangga mereka cenderung masa bodoh, diam saja
aatau malah marah dan melanjutkan permainannya saat kita minta untuk berhenti.
3. DESTRUKTIF
Sebagai perusak ulung, anak hiperaktif harus dijauhkan dari ruangan yang banyak
benda-benda berharga atau barang pecah belah dan sejenisnya. Sikap yang suka
melempar, menghancurkan barang inilah yang disebut destruktif.
4. TIDAK MENGENAL LELAH
Meski setiap hari terus-terusan berlari, melompat, atau bergerak terus namun
anak tidak tampak kelelahan saat sedang bermain ataupun setelah bermain
seharian.
5. TANPA TUJUAN JELAS
Umumnya anak yang aktif membuka buku untuk dibaca, namun pada anak hiperaktif
membuka buku dijadikan kegiatan untuk menyobek kertas, melipat-lipat, atau
membolak balik tanpa membaca.
6. BUKAN PENYABAR YANG BAIK DAN USIL
Anak hiperaktif cenderung tidak sabar menunggu giliran bermain. Akibatnya,
mereka memilih untuk merebut paksa mainan yang sedang dipegang temannya. Selain
itu, mereka juga suka memukul, mencubit, atau mendorong tanpa alasan.
*Diramu dari berbagai sumber
