Minggu, 09 April 2017

Kenali Gejala Anak Hiperaktif

Dalam masa perkembangannya, anak mempunyai beberapa karakteristik tersendiri. Salahsatunya adalah anak hiperaktif. Mengenal karakter anak lebih awal dapat meminimalisir kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Hiperaktif ditinjau secara psikologis, hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal yang disebabkan disfungsi neurologia dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian. Begitu pula anak hiperaktif adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian.
Gangguan ini disebabkan kerusakan kecil pada system saraf pusat dan otak sehingga rentang konsentrasi penderita menjadi sangat pendek dan sulit dikendalikan. Penyebab lainnya dikarenakan temperamen bawaan, pengaruh lingkungan, malfungsi otak, serta epilepsi. Atau bisa juga karena gangguan di kepala seperti geger otak, trauma kepala karena persalinan sulit atau pernah terbentur, infeksi, keracunan, gizi buruk, dan alergi makanan.


Anak hiperaktiv adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktivitas (GPPH) atau attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD). Kondisi ini juga disebut sebagai gangguan hiperkinetik. Dahulu kondisi ini sering disebut minimal brain dysfunction syndrome. Terhadap kondisi siswa yang demikian, biasanya para guru sangat susah mengatur dan mendidiknya. Di samping karena keadaan dirinya yang sangat sulit untuk tenang, juga karena anak hiperaktif sering mengganggu orang lain, suka memotong pembicaran guru atau teman, dan mengalami kesulitan dalam memahami sesuatu yang diajarkan guru kepadanya

Berikut adalah 6 Gejala Anak Hiperaktif
1. TIDAK FOKUS
Anak hiperaktif cenderung tidak bisa bertahan lama dengan yang dilakukannya. Misalnya, bila ia sedang main bola dan ada temannya yang membawa layang-layang, maka ia akan beralih untuk ikut bermin layang-layang. Anak hiperaktif tidak bisa bertahan diam lebih dari 5 menit. Anak ini juga suka berteriak-teriak tidak jelas, dan berbicara semaunya. Juga memiliki sikap yang tidak mudah dipahami.

2. SIFAT MENENTANG
Anak hiperaktif lebih sulit dinasehati dari pada anak non-hiperaktif. Bila sedang asyik bermain naik turun tangga mereka cenderung masa bodoh, diam saja aatau malah marah dan melanjutkan permainannya saat kita minta untuk berhenti.

3. DESTRUKTIF
Sebagai perusak ulung, anak hiperaktif harus dijauhkan dari ruangan yang banyak benda-benda berharga atau barang pecah belah dan sejenisnya. Sikap yang suka melempar, menghancurkan barang inilah yang disebut destruktif.

4. TIDAK MENGENAL LELAH
Meski setiap hari terus-terusan berlari, melompat, atau bergerak terus namun anak tidak tampak kelelahan saat sedang bermain ataupun setelah bermain seharian.

5. TANPA TUJUAN JELAS
Umumnya anak yang aktif membuka buku untuk dibaca, namun pada anak hiperaktif membuka buku dijadikan kegiatan untuk menyobek kertas, melipat-lipat, atau membolak balik tanpa membaca.

6. BUKAN PENYABAR YANG BAIK DAN USIL
Anak hiperaktif cenderung tidak sabar menunggu giliran bermain. Akibatnya, mereka memilih untuk merebut paksa mainan yang sedang dipegang temannya. Selain itu, mereka juga suka memukul, mencubit, atau mendorong tanpa alasan.


*Diramu dari berbagai sumber

Rabu, 05 April 2017

Penyebab Anak Terlambat Bicara

KENALI (10) PENYEBAB ANAK TERLAMBAT BICARA

1. GANGGUAN BAHASA
Penyebab anak terlambat bicara yang pertama adalah adanya gangguan bahasa pada anak. Ini merupakan ketidakmampuan belajar yang disebabkan karena otak anak bekerja secara berbeda. Anak-anak akan mengalami kesulitan dalam memperoduksi suara yang diucapkan, kesulitan menggunakan bahasa lisan untuk berkomukasi, serta sulit memahami apa yang diucapkan orang lain.

2. GANGGUAN PENDENGARAN
Penyebab anak terlambat bicara yang kedua adalah adanya gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran yang terjadi pada anak membuat anak kesulitan menangkap serta mendengarkan suara atau bunyi, akibatnya anak juga akan kesulitan dalam memahami, meniru dan menggunakan bahasa serta kata dengan jelas.

3. KURANGNYA KOMUNIKASI
Penyebab anak terlambat bicara berikutnya adalah kurangnya komunikasi. Komunikasi yang terjadi antara orang tua maupun pengasuh dengan anak akan meningkatkan kosa kata anak. Kurangnya komukasi dengan anak, membuat anak memiliki sedikit kosa kata yang secara langsung mempengaruhi kemampuan anak dalam berbicara.

4. PENGARUH TELEVISI
Penyebab anak terlambat bicara selanjutnya adalah pengaruh televisi. Anak akan meniru apa yang mereka lihat, begitu juga dengan acara atau tayangan televisi. Berdasarkan pengamatan, anak yang menonton acara televisi yang tidak menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, menunjukkan hal yang sangat menghawatirkan. Beberapa anak bahkan mengalami kesulitan serta keterlambatan bicara karena kurangnya kosa kata serta anggapan bahwa tanpa bicarapun mereka bisa berkomunikasi.

5. GANGGUAN OTAK
Penyebab anak terlambat bicara berikutnya adalah adanya gangguan otak yang terjadi pada anak. Gangguan pada daerah oral-motor anak, menyebabkan anak mengalami masalah dalam pengolahan suara. Akibatnya anak mengalami kesulitan dalam menggunakan bibir, lidah dan rahang untuk memproduksi suara.

6. PREMATURITAS
Penyebab anak terlambat bicara selanjutnya adalah prematuritas. Prematuritas dapat menyebabkan berbagai keterlambatan perkembangan, termasuk keterlambatan bicara pada anak.

7. GANGGUAN NEUROLOGIS
Penyebab anak terlambat bicara berikutnya adalah adanya gangguan neurologis pada anak. Gangguan neurologis seperti cerebral palsy, distrofi otot, maupun cedera otak dapat mempengaruhi otot-otot yang diperlukan untuk berbicara sehingga anak akan mengalami kesulitan berbicara.

8. AUTISME
Penyebab anak terlambat bicara selanjutnya adalah autisme. Autisme sering kali terkait dengan masalah komunikasi. Keterlambatan bicara seringkali menjadi tanda awal adanya autisme.

9. GANGGUAN PENGOLAHAN AUDITORI
Penyebab anak terlambat bicara berikutnya adalah karena adanya gangguan pengolahan auditori pada anak. Gangguan pengolahan auditori adalah sebuah gangguan yang menyebabkan anak sulit memahami apa yang ia dengar. Akibatnya anak juga mengalami kesulitan dan keterlambatan bicara.

10. SIFAT BISU SELEKTIF
Penyebab anak terlambat bicara yang terakhir adalah sifat bisu selektif. Sifat bisu selektif adalah suatu kondisi dimana anak tidak akan bicara sama sekali dalam situasi tertentu seperti di sekolah atau pada kondisi yang membuat anak merasa tidak nyaman.

Diramu dari beberapa sumber

Selasa, 04 April 2017

Ajarkan Anak Bercerita

Teach Your Children to Tell A Story
(Ajarkan anak-anak anda agar mereka mampu bercerita)

Sebut saja Namanya Sean. CEO di sebuah perusahaan start-up di California. Saya bertemu dengan dia seusai dia presentasi di sebuah event internasional.
Tapi saya sengaja mengajak ngobrol dengannya setelah itu. Karena saya terpukau dengan kemampuannya bercerita (story telling).
Pada saat Sean presentasi di depan ratusan orang di Los Angeles waktu itu....
- people listen to him
- people believe in him
- people remember him

Maka saya pun ingin belajar dari Sean. Dan saya bertanya, "Bagaimana presentasi mu begitu memukau dan begitu banyak orang yang terkesima?"
Sean menjawab,"Who was presenting? I did not conduct a presentation. I did a story telling."

Voila! Sekarang saya mengerti mengapa story Sean  begitu menarik ...
Sean meneruskan,"Semua orang sudah alergi mendengarkan presentasi. Semua sudah bosan melihat presentasi. Kita tidak bisa lagi menggunakan presentasi. Kita harus menggantinya dengan story telling (teknik bercerita"

Dengan presentasi orang akan:
- bosan
- ngantuk
- buka smartphone
- gelisah
- pergi ke toilet

Sementara, siapa yang tidak tertarik dengan cerita , story telling ...
Sejak kecil sebagai manusia, memang kita suka mendengarkan cerita, apakah itu membaca novel, melihat film, melihat theater atau apapun bentuknya.
Dengan story telling ...
- orang ingin mendengarkan
- orang ingin mempercayai anda
- orang penasaran ingin mendengarkan kelanjutannya
- orang ingin melakukan apa yang anda sarankan dalam cerita itu

Sementara, siapa yang tidak tertarik dengan cerita , story telling ...
Sejak kecil sebagai manusia, memang kita suka mendengarka
Panteslah orang yang menggunakan story telling akan mencapai objective nya lebih effective dibandingkan yang presentasi.

Dan panteslah perusahaan-perusahaan di Amerika seperti Microsoft, P&G, Nike, Motorola, NASA, Workd  Bank dan masih banyak lagisudah mewajibkan leader-leadernya menggunakan teknik story telling dalam menyampaikan ide dan visinya.

Saya pun bertanya kepada Sean,"How did you develop your story telling ability?"
Dia menjawab,"My father teach me that"
Sean minum sparkling water di depannya kemudian meneruskan.
"Ayah saya dulu banyak menceritakan dongeng (fairy tales) ke saya waktu kecil. Banyak ayah melakukan itu. Bedanya ayah saya meminta saya mendongengkan kembali ke dia, apa yang dia ceritakan ke saya sehari sebelumnya. That's the difference!"

Sean menambahkan ,"In the end of the day it is about practice. Practice, practice, practice!"

Seperti halnya seorang pilot, semakin banyak jam terbang akan semakin hebat kemampuannya.
Bayangkan kemampuan story telling yang dia latih sejak kecil!

Saya jadi membayangkan ayah saya (the best mentor I ever had in my life), yang juga secara teratur bercerita wayang ke saya.
Saya ingat waktu kecil, ayah saya menceritakan adegan akhir perang Barata Yuda. Dia menggambarkan adegan itu dengan sangat hidup, menampilkan karakter karakter yang kuat (Bima, Duryudana, Kresna ...etc). Dan saya pun sangat memvisualisasikan hal itu. Esok paginya saya menceritakan adegan itu ke teman teman saya (waktu itu saya kelas 3 SD). Dan teman teman saya pun suka menagih cerita ke saya pada jam istirahat. Saya dengan senang hati menceritakan itu. Before I know it, ternyata kakak kakak kelas saya ikut mendengarkan. Saya waktu itu klas 3 SD, dan saya sudah mengumpulkan 60 orang sebagai audience saya. Dan seperti halnya Sean, saya juga melakukan itu secara regular, di mana ayah saya adalah sumber cerita saya, dan teman teman saya adalah Audience saya.

I learn from Sean. Ternyata "bakat" menjadi tidak begitu penting. Yang jauh lebih penting adalah "latihan" dan "kerja keras".
Semakin banyak kita bekeja  keras dan latihan akan semakin bagus kemampuan kita.
Sebaliknya semakin hebat bakat kita, tetapi kalau tidak banyak latihan dan kerja keras ya percuma saja!

Nah, karena saya bertemu Sean, saya jadi ingat bahwa saat ini hampir semua great leader yang saya kenal adalah juga seorang great story teller.
Karena kemampuan mereka untuk membangunkan mindset, vision dan membuat follower mereka bergerak menuju ke satu tujuan yang sama.

Padahal ternyata kemampuan story telling itu ternyata sebaiknya dipupuk sejak kita kecil.
Dan ini tentu mengingatkan tugas kita sebagai orang tua?
Apakah kita menyiapkan mereka sebagai great leaders?
Apalah kita menyiapkan mereka sebagai great story tellers?
Apakah kita memang menceritakan dongeng (fairy tales) kepada anak anak kita?
Apakah kita memang menyuruh anak anak kita untuk menceritakan kembali dongeng dongeng itu?
Apakah kita punya kesabaran untuk mendengarkan mereka?
Jangan jangan kita punya waktu sedikit banget dan anak anak kita menghabiskan seluruh waktu kita dengan gadget mereka?

Ok, masa depan anak anak anda ada di tangan anda sendiri.
Kita masih punya waktu untuk mendidik merekA.
Kita masih punya waktu untuk membentuk karakter mereka.
Kita masih punya waktu agar mereka menjadi great story tellers, which is one of the future requiremeng to become great leaders ....
Lets do our job!